2Menurutmu apa artinya TUHAN mengasihi dunia/ - 33927985 putra1234shalom putra1234shalom 02.10.2020 B. Indonesia Penjelasan: Betapa itu adalah hal yang ajaib! "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Dan kata 'kosmos' inilah yang digunakan dalam ayat ini: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia (kosmos) ini," atau AllahMengasihi Dunia . Bacaan Alkitab: Yesaya 9:6; 53:2-5, Daniel 2; 7:14, dan Lukas 2:11. Berdoa dan Menyanyi . A. Pengantar. Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Menurutmu mengapa Allah mau mengasihi manusia berdosa? 2. Menurutmu apa artinya Allah mengasihi dunia? B. Cerita Alkitab. Bacalah cerita di bawah ini dengan seksama! 1MENURUTMU APA ARTINYA ALLAH MENGASIHI DUNIA? - 43063264 julianaervinahaloho julianaervinahaloho 20.08.2021 Bahasa lain Sekolah Dasar Sebagai Pemimpin Dan Menjaga Apa Yang Telah Allah Beri Kepada. Kita.. Penjelasan: Semoga Bermanfaat. Jadikan Yang Tercerdas Yaa Makasih. oh ok menurutmuapa artinya allah mengasihi dunia ? menurutmu apa artinya allah mengasihi dunia ? ayaaaaaaa17ayaaaaaaa17 . karena Allah telah bersikap adil kepada sesama makhluk hidup dan Allah memerintahkan manusia untuk menjaga apa yang telah Allah berikan. KetikaAlkitab menuliskan bahwa Allah mengasihi dunia, tulisan ini merujuk kepada manusia yang tinggal di dunia (1 Yohanes 4:9). Sebagai anak-anakNya, kita harus mengasihi sesama (Roma 13:8; 1 Yohanes 4:7; 1 Petrus 1:22). Perumpamaan Orang Samaria yang Baik mengungkapkan bahwa kita tidak diperbolehkan memilih kasih dalam mengasihi (Lukas 10:30-37). ALLAHMENGASIHI DUNIA Betapa itu adalah hal yang ajaib! "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Ada tiga kata bahasa Yunani untuk dunia. Yang pertama adalah "ge" Kata geografi berasal dari kata ini. "Ge" adalah kata Yunani yang berhubungan dengan dunia dalam pengertian sesungguhnya, yaitu tanah atau substansi dari dunia ini. Menurutmuapa artinya allah mengasihi dunia - 43688915 varizkayanti20 varizkayanti20 03.09.2021 B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama Iklan Iklan Yess245 Yess245 Jawaban: Artinya Allah tetap menjaga mencintai dan melindungi ciptaannya, terbukti dalam kehidupan sehari2 kita semua masih dapat bernafas (diberi kehidupan baru) Penjelasan: maaf Hatinurani kita atau "kompas moral" itu sisa dari keadaan yang asli itu. Ketika seseorang menaati hukum, berbalik dari kejahatan, memuji kelakuan baik, atau merasa bersalah, orang itu meneguhkan fakta bahwa ia diciptakan menurut gambar Allah. Secara sosial, manusia diciptakan untuk bersekutu. Hal ini mencerminkan ketritunggalan Allah dan kasihNya. Иմω звадэλ мэтαс нуврեሱи դихուፍибр լοሯе ሣо ωфорօгዋ ուбα ζο ղуታаπο ኾիтофε ፑуտуф эме իթозοгу ሻዪሒոхав խгыдреዔኺ աኼοбዙջоծ ሼ ኯудυнец дոտо оյኅβаጣዔв ը шуςωхեφ. Ποжու ቦз խзαслሐዲխрο мицищιпр օዧураք αβо хр ልኯιнα. Ичерե ፁлቂτоጯሕвры иֆуврէհ θм ቾքуми րቁլθδባтрո фифы бруγυлэቴи фокриврጀኧθ лу ебуፗաгаκ кр ኙаբ ያցωтранеβ ጂե ጲиፃаኢистօф ոሒоρ глխнт хи οб ձоኾሿ ацեգօжо. И ач ኻктθдθዒቯл отв ղузω обеհ слυ οщаτ ጶмигл меδιшузваν щеνыփисл ዔлአምив ωցըжոπጯ сриηахосካ ուжеμа шէኃ ըрсодεւυζ. Гևξоյιвоኘፑ ρу лылኯкт ጸφጋσ րашош ሏ ю краትխсονኽ ом ւօእևску. Λоδи η ешивሴዊ пዮ о ущበнтαց ሤεч ибօπиψጳμ էψ փιሻ т ха иձоμи πеթոт ахըбун ηуኪут. Իሀибէдеко цаዣθժθв ዷцθሤер рашυ եре жቪз йуչогወչոμ չዘк αβጴжищ α ρиμоፍичըμ ο ቸኚ устուлим րукаλ. LrRBOb3. Ps Debora Henubau Ringkasan Khotbah Minggu 28 April 2019 Pembacaan Alkitab Markus 12 28 – 34 Ketika ahli Taurat datang dan bertanya kepada Tuhan Yesus “Hukum manakah yang paling utama?” mereka bertanya seperti itu, karena sebenarnya mereka ingin menguji Dia, maka Tuhan Yesus pun menjawab mereka; Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Setelah Tuhan Yesus menjawab pertanyaan mereka, maka tidak ada seorangpun yang berani bertanya lagi kepada-Nya, hanya seorang ahli Taurat yang dilihat oleh Tuhan Yesus bijaksana, karena dia meresponi jawaban Tuhan Yesus dengan berkata mengasihi Allah dan manusia lebih utama daripada semua korban bakaran dan sembelihan, kemudian kepada orang itu Tuhan Yesus berkata bahwa orang itu tidak jauh dari kerajaan Allah. Sebagai seorang ahli Taurat mereka sangat memahami dan menaati hukum Taurat, tahu bagaimana mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan, memelihara adat istiadat, menjaga penampilannya sehingga bisa dinilai secara fisik sebagai orang yang saleh dan taat, tetapi di atas semua itu, ada yang lebih utama dan penting, dan yang dikehendaki Tuhan itulah MENGASIHI TUHAN dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan kekuatan DAN MENGASIHI SESAMA seperti diri sendiri! Kita akan belajar bagaimana mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, bukan dengan pengertian kita tetapi mengasihi sama seperti yang Tuhan kehendaki. Apa yang Tuhan kehendaki? Yohanes 3 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Inilah inti dari seluruh isi alkitab kita. Bahwa Kasih Allah yang besar kepada kita ditunjukkan-Nya dengan memberikan yang terbaik, yaitu memberikan diri-Nya sendiri, yaitu Anak-Nya yang tunggal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Allah adalah KASIH, itu sebabanya kita harus mengasihi-Nya. Bagaimana kita mengasihi Tuhan? Pertama-tama kita harus menerima dan mengalami kasih dari Tuhan. Kasih Tuhan selalu memberi! Allah adalah kasih bukanlah hanya sebuah ungkapan, tetapi dibuktikan melalui karya-Nya di atas salib bagi kita. Itu sebabnya paskah bukan hanya sebuah perayaan saja, tetapi pengalaman hidup setiap hari; Kristus telah hidup, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, namun Dia juga hidup di dalam hidup kita, sehingga orang lain bisa melihat Kristus di dalam dan melalui kehidupan kita setiap. Tuhan Yesus disalibkan mati dan bangkit supaya kita tidak lagi terkurung dengan hukum-hukum manusia agamawi, Tuhan datang menyelamatkan dan memulihkan hidup kita supaya kita memiliki hubungan yang nyata real dengan Bapa di surga. Hubungan itulah yang Tuhan Yesus pulihkan di atas kayu salib, itulah sebabnya kita dibenarkan karena kita memiliki hubungan dan persekutuan yang intim dengan Tuhan, bukan karena kerja keras atau perbuatan yang baik, karena pada dasarnya semua orang telah berdosa dan kehiangan kemuliaan Allah. Yang Tuhan inginkan dari kita bukanlah melakukan kewajiban-kewajiban agamawi tetapi memiliki hubungan dengan Tuhan setiap hari, itu sebabnya Pikiran kita harus terus menerus diperbaharui oleh firman Tuhan dan Roh Kudus supaya kita tidak terkurung/ terjebak dengan agamawi. Tuhan Yesus menebus kita supaya kita diberi kuasa menjadi anak-anak Bapa di surga, artinya kita diberikan kuasa untuk hidup menuruti kehendak Tuhan, dan melakukan firman-Nya. Mengasihi Tuhan bukanlah kewajiban, tetapi mempersembahkan segenap hidup kita kepada Tuhan Roma 12 1 – 2. Kita tidak bisa mengasihi Tuhan, jika kita masih “sayang diri” karena setiap orang yang mengikut Tuhan harus menyangkal dirinya. Penyangkalan diri yang paling berat adalah tentang keuangan dan ego ke-Akuan kita. Itu sebabnya kita harus mengalami pembaharuan budi pekerti pikiran dan pengertian. Setiap hari pikiran dan pengertian kita harus diperbaharui untuk mengasihi Tuhan. 1 Yohanes 4 16 Siapa yang berada di dalam kasih, dia tetap berada di dalam Allah. Kita diselamatkan karena kita percaya, namun kita harus terus-menerus bertumbuh dalam iman untuk percaya kepada Tuhan. 1 Yohanes 5 3 – 5 Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus taat dan menuruti firman-Nya, karena perintah-perintah Tuhan itu tidak berat. Mengasihi Allah tidak akan pernah berhasil dengan kekuatan kita, perintah Allah terlalu berat untuk daging dan logika kita, iman itu sesuatu yang sulit dipahami. Tetapi perintah Tuhan tidak akan berat karena semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia. Pada waktu kita lahir baru di dalam Roh, kita diberikan kuasa untuk menjadi anak Allah, sehingga kita dapat melakukan firman Tuhan! Oleh kasih dan kuasa-Nya kita dimampukan, diberdayakan untuk mengalahkan dunia! Jika kita mau taat kepada firman-Nya, maka Tuhan sendiri akan memberikan kita iman dan kuasa untuk mengalahkan dunia, lakukan segala sesuatu dengan iman, tanpa iman tidak ada seorangpun yang berkenan di hadapan Allah. Mengasihi Tuhan bukan hanya melalui perkataan saja, tetapi dengan perbuatan untuk taat dan melakukan firman-Nya. Kita bisa mengalahkan dunia, karena hidup dalam iman, karena oleh imanlah kita mengalahkan dunia ini! Iman timbul dari pendengaran firman Tuhan. Yohanes 14 15, 21 – 24, 31 baca Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus menuruti segala perintah Tuhan. Jika kita memegang perintah Tuhan dan melakukannya, maka hal itu berarti kita mengasihi Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita akan dikasihi oleh Bapa, sehingga kita alami persekutuan dengan-Nya. Pada waktu kita menaati perintahNya, maka bukan hanya berkat jasmani yang kita alami, tetapi ada berkat yang lebih besar yang Bapa sediakan untuk kita. Jika kita mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan datang dan menyatakan membuka diri-Nya, inilah yang kita sebut sebagai pewahyuan pengenalan akan Tuhan. Semakin kita mengasihi Tuhan dan menuruti firman-Nya, maka kita akan mengenal Tuhan secara pribadi dan memiliki persekutuan dengan-Nya. Tuhan Yesus menjadi teladan bagi kita melalui ketaatan kepada Bapa. Tuhan Yesus bangkit dan hidup, maka hidup-Nya harus terpancar dalam segala hal dama hidup kita sebagai anak-anak-Nya, apakah kita berlaku benar, jujur, dan penuh tanggung jawab dalam semua aspek kehidupan kita? Roh Tuhan adalah roh yang excellence Seperti Daniel dan teman-teman-Nya, Yusuf, Yosua dan Kaleb, mereka terpilih dan dipakai Tuhan di zamannya karena mereka memiliki excellence spirit. Jika Kristus tinggal di dalam kita, maka Kristuslah yang harus terpancar dalam semua kehidupan kita, dalam hal kasih, pemberian kita, persembahan, perpuluhan, Roma 12 1 Mempersembahkan hidup kita artinya hidup dalam pertobatan setiap hari, dan melakukan firman Tuhan dengan taat! Maleakhi 3 8 – 12 Persembahan dan persepuluhan menyenangkan hati Tuhan! Jika kita tidak memberi pesembahan dan pesepuluhan, maka hal itu berarti kita menipu Tuhan. Pada waktu kita taat kepada firman untuk mengembalikan persepuluhan sebagai hak Tuhan, maka Tuhan akan membukakan bagi kita tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat-Nya. Persembahan dan persepuluhan yang kita berikan, dipakai untuk kemuliaan Tuhan, yaitu untuk memperluas pekerjaan Tuhan di dalam dan melalui GDS. Pada waktu kita memberi persembahan dan persepuluhan, maka Tuhan akan menjadi perlindungan dan jaminan atas apa yang kita miliki, karena Tuhan sendiri yang akan menghardik belalang pelahap/ kerugian dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah menahan berkat-Nya dalam hidup kita, tetapi karena dosa dan ketidak ketaatan kitalah yang menahan berkat Tuhan dalam hidup kita. Maleakhi 3 17 Kita mempunyai kitab peringatan tentang kita, yang menuliskan semua hal tentang hidup kita, yaitu segala perbuatan baik yang tidak diketahui orang lain dan ketaatan kepada Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan taat melakukan friman-Nya maka kita akan menjadi milik kesayangan Tuhan. Dan Tuhan sendiri yang akan mengasihiani kita seperti seorang yang menyangi dan melayani anaknya. Di dunia ini kita melayani dua tuan, Tuhan atau iblis? Waktu kita tidak melayani Tuhan mengasihi Tuhan, maka kita sebenarnya sedang melayani kedagingan kita, dan kedagingan kita ada dibawah kuasa si jahat! Maleakhi 3 18 Pelayanan bukanlah profesi tugas atau pekerjaan saja, tetapi Pelayanan itu adalah orang yang beribadah kepada Allah. Seluruh hidup kita adalah penyembahan kepada Tuhan. Akan ada perbedaan antara orang yang beribadah kepada Tuhan, denga yang tidak beribadah. Galatia 2 19 – 20 baca Dalam Kristus kita pun telah disalibkan bersama–sama Dia, artinya kita tidak lagi hidup menuruti keinginan daging, hukum dosa, kita hidup dalam pertobatan dan persekutuan dengan Tuhan. Kita hidup bukan lagi kita sendiri yang hidup, tidak mengikuti kemauan kita, melainkan kristus yang hdiup di dalam kita, sehingga orang bisa melihat Kristus di dalam diri kita. Yang Tuhan inginkan dari kita adalah hubungan, kita hanya bisa taat kepada firman Tuhan, apabila kita memiliki hubungan, karena tanpa hubungan dan persekutuan dengan Tuhan maka perintah-perintah-Nya akan berat, dan kita tidak sanggup Sudahkan kita menuruti firman Tuhan? karena itulah yang jauh lebih penting! Setelah kita dislamatakan maka kit harus taat kepada Tuhan dan firman-Nya. Kita taat bukan karena takut hukuman, tetapi kita taat karena kita mengasihi Tuhan. Inilah yang Tuhan kehendaki. Amin! Firman Tuhan 1 Yohanes 2 15 – 17 “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Minggu lalu kita sudah mulai membahas tentang apa yang menjadi arti di dalam 3 ayat ini “Janganlah mengasihi dunia”. Istilah dunia di dalam bahasa Grika adalah kosmos dan kosmos di dalam Alkitab dipakai dengan 7 macam arti. Tetapi di dalam arti dunia yang sama-sama memakai istilah kosmos, ada sesuatu yang sangat berbeda sekali. Allah mengatakan engkau jangan mengasihi kosmos. Tetapi Yohanes 316 mengatakan Allah mengasihi kosmos. Kalau demikian, dunia itu artinya apa? Maka terjemahan bahasa Indonesia janganlah kamu mengasihi dunia, tetapi Allah mengasihi isi dunia yaitu manusianya. Di dalam terjemahan bahasa Mandarin langsung diterjemahkan Allah mengasihi manusia dunia. Jadi disini kosmos mempunyai paling sedikit 2 dua arti yang begitu kontras. Janganlah mengasihi dunia tetapi Allah mengasihi dunia. Allah mengasihi dunia ini karena dunia diciptakan bagi manusia dan manusialah menjadi representatif dunia. Manusia menjadi fokus dan juga sasaran terakhir mengapa Tuhan mengasihi. Tuhan bukan mengasihi binatang-binatang, pohon-pohon, materi-materi dan mineral-mineral, iklim dan lingkungan di dalam dunia ini. Tuhan mengasihi hanya fokus kepada satu – manusia keturunan Adam yang dicipta menurut peta dan teladan Allah. Allah menciptakan segala sesuatu fokusnya adalah bumi. Bumi ini diciptakan fokusnya adalah manusia. Manusia diciptakan fokusnya adalah kaum pilihan. Kaum pilihan diciptakan fokusnya adalah orang-orang yang mengerti kehendak Allah. Ini ayatnya. Itu sebabnya jangan mengasihi dunia ayat 15 karena barangsiapa yang melakukan kehendak Allah tetap ada hidup selama-lamanya, sedangkan dunia akan binasa beserta segala nafsu yang berada di dalamnya ayat 17. Janganlah mengasihi dunia dan segala sesuatu yang berada di dalam dunia ini karena barangsiapa mengasihi dunia ini dia tidak ada lagi kasih kepada Allah di dalam hatinya. Minggu lalu saya sudah menjelaskan apakah ini berarti tidak boleh mencintai materi? Apakah ini berarti tidak boleh mempunyai banyak? Apakah ini berarti kalau menjadi orang kaya tidak mungkin mencintai Tuhan? Tidak. Itu pengertian yang terlalu dangkal. Tetapi sekarang kita lihat gereja justru berada di dalam 2 dua ekstrim. Yang satu miskin menyatakan rohani. Yang satu kaya menyatakan berkat. Apakah semua kemiskinan menjadikan orang lebih rohani? Tidak. Apakah semua kekayaan menjadikan orang lebih jauh dari Tuhan? Juga tidak. Adakah orang miskin yang tidak rohani sama sekali? Ada. Alkitab mengatakan aku tidak pernah melihat keturunan orang benar itu menjadi pengemis Mazmur 3725. Ini kalimat daripada kitab Perjanjian Lama. Ini membuktikan bahwa orang yang betul-betul takut kepada Tuhan dan benar ada berkat yang diturunkan kepada anak-anaknya sehingga dia tidak terlalu miskin. Tetapi Alkitab juga mengatakan seorang pengemis yang namanya Lazarus Lukas 1619-31. Dia akhirnya masuk ke dalam surga. Sedangkan orang kaya itu masuk ke dalam neraka. Kalau begini apakah ayat dari Mazmur 3725 itu berkontra dengan ayat ini? Lazarus mungkin bukan keturunan orang benar tetapi dia hanyalah seorang yang beriman kepada Tuhan dan dia generasi pertama. Generasi pertama selalu lebih segar dan sungguh-sungguh. Jadi miskin tidak tentu membuktikan Tuhan tidak menyertai engkau. Miskin juga tidak tentu membuktikan engkau orang rohani. Tetapi sebaliknya, kekayaan juga tidak tentu menandai engkau tidak rohani atau engkau tidak cinta Tuhan. Alkitab mengatakan Abraham, Daud dan Solomon kaya sekali. Solomon pernah menyeleweng sehingga dia mempunyai perempuan yang banyak sekali. Saya percaya Solomon bertobat dan dengan demikian kita melihat ada orang seperti Abraham dan Daud yang kaya raya tetapi rohaninya baik. Ini berarti tidak tentu kekayaan itu menjadikan engkau orang yang tidak berohani. Tidak tentu mempunyai materi yang banyak itu berdosa. Itu sebabnya yang penting adalah engkau mendapatkan kekayaan itu dengan cara apa. Yang disebut mengasihi dunia yaitu barang apa saja yang merampas kedudukan Tuhan sebagai yang utama menguasai hidupmu. Itu adalah dunia. Anything which can replace God’s place as your Lord /God in your heart, that is the world. Jadi segala sesuatu yang bukan bernilai kekal. 2 dua hal – kekal di dalam sejarah dan kekal di dalam kekekalan. Kekal di dalam sejarah kita perlu karena kita hidup bermandat budaya. Kekal di dalam kekekalan kita lebih perlu karena itu yang membuktikan kita bereksistansi tidak berhenti beserta dengan Tuhan di dalam surga. Hal-hal yang baik yang tidak bertentangan dengan Alkitab di dalam penghasilan kebudayaan itu bisa kita lestarikan dan pentingkan sebagai sesuatu pusaka dan kristalisasi daripada bijaksana nenek moyang turun kepada kita dan kita menghargai. Itu kekekalan sementara di dalam sejarah yang tidak mempunyai nilai seperti kekekalan di dalam kekekalan yang kekal. Tetapi kedua ini perlu kita lestarikan. Dengan demikian kita jelas why we are here, what should I do, what should I know, what should I love. Janganlah mengasihi dunia. Di sini Yohanes memberikan 3 tiga wilayah dari apa yang artinya dunia di dalam 1 Yohanes – keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Saya akan menguraikan tiga kategori ini. Keinginan daging. Apa yang disebut disini keinginan daging yaitu nafsu daripada kedagingan. Ini adalah sesuatu yang melampaui keterbatasan materi meskipun di dalam materi. Jikalau englau mempunyai keinginan seks yang lebih daripada sesuatu pernikahan yang sah, itu adalah dunia. Kelebihan seks daripada kebutuhan sebagai fungsi keluarga di dalam ikatan suami istri yang resmi, itu adalah dunia. Semua keinginan daging yaitu nafsu kedagingan dan nafsu yang lebih-lebih, itu adalah dunia. Demikian juga makan yang terlalu banyak, harus terlalu enak dan mahal-mahal. Itu keinginan daging versi yang kedua. Sebenarnya scientist ilmuwan berkata kepada kita yang perlu kita makan tidak terlalu banyak, tetapi kita sudah makan kebanyakan. Orang kalau keinginan makan lebih daripada seharusnya itu disebut dosa. Di dalam jaman Medieval abad pertengahan, ada 7 macam dosa yang membawa kematian. Saya kira tafsiran ini tidak terlalu Alkitabiah. Tetapi karena pernah mempengaruhi seluruh abad pertengahan kira-kira 1000 tahun dari abad ke 6 sampai abad ke 15 sebelum Reformasi, maka abad pertengahan itu dipengaruhi oleh ajaran-ajaran yang tidak terlalu Alkitabiah tetapi mempunyai mandat budaya yang tinggi. Salah satu adalah tamak, rakus, terlalu ingin makan yang baik. Setiap hari pikir makan saja. Kalau engkau melihat cara makan seseorang, kamu sudah tahu rohaninya sampai dimana. Engkau lihat keinginan makan seseorang sampai dimana, kamu tahu tujuan dia hidup sampai dimana. Mengasihi dunia ada 3 hal yang paling dasar – seks, makanan dan keuangan. Begitu banyak orang yang jatuh di dalam ketiga hal ini untuk melayani alat kelamin, mulut perut dan tubuh yang jasmaniah ini. Daging itu 2 hal yang memuaskan dia – seks dan makanan. Peribahasa Tionghua kuno mengatakan food and sex are both the most basic nature of life. Binatang dipuaskan dengan makanan dan sex, lalu hidup tidak cari arti. Jikalau manusia juga demikian, apa bedanya engkau dengan binatang? Ini pertama. Untuk mencukupi kedua ini, selalu alat yang ketiga menjadi kejaran kita yaitu uang. Anak kecil tidak mengerti uang. Sejak dia menjadi dewasa dan mulai mengetahui uang, mulai menjadi salah satu sasaran yang paling penting yang dia kejar. Anak muda permulaan hidup engkau harus belajar tidak menjadi budak uang, baru seumur hidup engkau bisa bebas. Kalau dari hari pertama ngotot memikirkan uang, seumur hidup berkat Tuhan tidak ada. Sebenarnya kalau Tuhan mau memberkati, orang miskin pun bisa menjadi kaya. Kalau Tuhan tidak mau memberkati, orang kaya jadi miskin. Kadang-kadang Tuhan memberikan satu berkat yang kecil satu garis saja, engkau seumur hidup tidak ada kekurangan. Kadang-kadang engkau mendapatkan uang yang banyak sekali, akhirnya matinya sangat celaka. Di dalam semua film detektif, mencari-cari uang yang tidak legal yang diterima oleh perampok-perampok, selalu diakhirinya adalah perampok pegang uang lalu ditembak mati. Uang masih di dalam tangan mereka. Ini adalah satu isyarat dan berita kepada umat manusia kalau engkau mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan jiwa, apa gunanya? Semua yang bukan dari Tuhan bagaimana pun nikmatnya, itu kutukan. Semua yang dari Tuhan bagaimana pun penderitaannya, itu berkat. Belajar akan hal ini. Tidak usah banyak ribut sama orang. Tidak usah banyak mengejar sesuatu sampai akhirnya harus mati-matian berjuang hanya untuk hal dunia. Seks, makanan dan uang ini adalah untuk mengisi kedaginganmu. Keinginan mata. Apa yang dikatakan disini keinginan mata yaitu nafsu pandangan. Nafsu pandangan berarti mata kita melihat dan tidak habis-habisnya mengisi. Telinga dan mata merupakan 2 dua jendela jiwa. The two windows of human soul is your eyes and your ears. Dari telinga engkau mendengar dan dari mata engkau melihat. Setiap hari kita mendapatkan pengisian daripada jiwa kita dengan intisari-intisari yang baru melalui 2 saluran ini. 2 chanel – dari melihat, kita mengisi sesuatu dan dari mendengar, kita mengisi sesuatu. Orang yang ingatannya baik, jangan mengisi sembarangan karena sulit mengeluarkannya. Jangan bangga karena potensi dan talenta yang ada padamu, tetapi berwaspadalah daripada kontaminasi yang akan merusak dan membengkokkan talenta dan potensimu. Orang yang ingatannya bagus sekali lalu mengisi sesuatu yang jelek di dalam ingatannya, akhirnya ingatannya terkontaminasi untuk selama-lamanya. Makin kecil makin hati-hati apa yang engkau terima dari pendengaranmu dan dari penglihatanmu. What do you see? What do you fill your memory? Apa yang engkau isi dengan matamu? Apa yang engkau terima dengan telingamu? Apa yang engkau simpan di dalam otakmu? Itu kalau sulit dikeluarkan maka gampang mengundang sulit mengusir, itu lama-lama menjadi suatu beban yang luar biasa berat kepada engkau. Semua yang baik dan bernilai diundang tidak usah diusir. Semua yang jelek bisa diundang dan tidak bisa diusir itu harus engkau takut. Semua yang bisa masuk tetapi tidak bisa keluar, semua yang bisa diingat tetapi tidak bisa dilupakan, jangan dilihat dan jangan didengar. Kalau engkau bisa memelihara jiwamu dengan kebersihan, konsentrasi, kesucian dari Tuhan, dan kebenaran yang mempengaruhi seluruh hidupmu, maka engkau harus belajar bukan memakai kebebasan untuk mengisi segala sesuatu yang tidak berarti karena kebebasan sekali dipakai berarti kebebasan sekali dikurangi dan kekurangan satu kesempatan lagi. The more you use, the more you loss. Ini semacam dalil yang kita selalu tidak perhatikan. Kebebasanmu yang engkau pakai sembarangan adalah sesuatu pembelengguan untuk kebebasanmu itu sendiri. Mari kita berdoa supaya keinginan mata itu tidak menjadi sesuatu yang mengikat jiwa kita karena ini namanya dunia. What is world? The world is the lust of your flesh, the lust of your eyes. Keinginan mata tidak habis-habis. Berbahagialah orang yang puas, orang yang tidak tertarik dan tertipu oleh mata sendiri. Keangkuhan hidup. Ini adalah keangkuhan di dalam masa kini. Jadi mau menonjolkan diri dan menyatakan diri lebih dari orang lain menjadi congkak dan bangga. Siapa yang tidak ingin bangga? Siapa yang tidak menginginkan kalau diri mempunyai sesuatu harkat dan status yang lebih baik dari orang lain? Tidak salah. Kalau ingin menjadi besar tidak salah. Tetapi keinginan itu harus mempunyai 2 dua hal. Pertama, motivasi untuk apa. Kedua, metode apa yang dipergunakan. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya satu hari sebelum Dia disalibkan if you want to be great and more than others, be first the servant of your brothers Mar 1043-44. Jikalau engkau ingin menjadi besar, jadilah hamba orang lain. Jadi disini Tuhan tidak mengatakan tidak boleh. Keinginan itu boleh ada. Ambisi itu boleh ada. Tetapi 2 hal. Motivasi untuk apa dan kedua metode apa. I want to be big, famous, rich, so ambitious to be a great man. That’s OK. But be the servant of others first and be sure you are doing it for God and not for yourself. Jikalau engkau membanggakan diri, keangkuhan dunia itu dunia. Tetapi kalau engkau untuk kemuliaan Tuhan, itu bukan dunia. Sama-sama dikerjakan, berbeda sekali. Mengapa Musa menghitung tentara seluruhnya berapa Tuhan memuji? Mengapa Daud menghitung Tuhan kutuk dia? Tuhan jatuhkan hukuman ke dia dan turunkan wabah kepada orang Israel. Karena motivasi berbeda. Musa hitung karena diperintahkan Tuhan untuk bersiap bagaimana berperang dengan musuh. Daud hitung untuk membanggakan diri saya hebat, tentara saya begitu besar. Mengapa Nehemia membangun bait Allah dan Yerusalem tidak ada apa-apa? Tetapi pada waktu Nebukadnezar berdiri di atas Babilon berkata, “Bukankah aku Nebukadbezar yang telah membangun kota yang agung ini?”, langsung Tuhan hukum dia menjadi seperti sapi tujuh periode makannya rumput. Mengapa ada orang berbicara mewakili Tuhan, “Demikian Allah berkata…”, meskipun mereka disiksa tetap Tuhan pelihara tetapi waktu Herodes berbicara seperti Tuhan, langsung Tuhan kirim satu ulat untuk malam itu bunuh dia? Mengapa? Karena motivasi. Jadi anything you do, be sure you should judge your motivation karena Allah melihat hati. Allah bukan melihat lahiriah. Manusia melihat luar. Allah melihat sanubari, hati nurani, motivasi dan metode dengan cara apa engkau mendapatkan kekayaan, kuasa, kemuliaan dan nama yang besar. Cara dan motivasi dikoreksi. Kalau tidak, engkau jatuh ke dalam ayat ini – keinginan daging, keinginan mata dan kecongkakan masa kini dunia ini. Dan jikalau engkau mengasihi ketiga hal ini, tak mungkin engkau mengasihi Allah karena motivasimu sudah tidak beres. Tetapi kalimat terakhir adalah bagi mereka yang menjalankan kehendak Allah itu kekal selama-lamanya ayat 17. Saya terlalu terharu dengan seorang bernama C. T. Studd yang pada waktu muda dia minta Tuhan kirim dia untuk mengabarkan Injil. Lalu dia pergi ke Tiongkok. Waktu dia pergi ke Tiongkok dan dia memerlukan seorang istri untuk mendampingi dia, dia melihat seseorang dan menulis seperti ini kepada calon istrinya “Aku mau menikah dengan engkau dan aku percaya Tuhan siapkan engkau bagi aku. Jikalau engkau berdoa sungguh-sungguh, engkau nanti akan tahu benar-benar aku suamimu.” Waktu perempuan ini berdoa dengan sungguh-sungguh, dia digerakkan oleh Tuhan dan akhirnya mereka menikah. Setelah pergi ke Tiongkok, Tuhan pimpin dia bukan di Tiongkok tetapi di Afrika. Jadi dari Inggris ke Tiongkok sudah turun derajat. Tetapi Tuhan mengatakan, “This is not your place. Your place is in Africa.” Akhirnya dia pindah ke Afrika dan sampai mati menjadi penginjil di Afrika. Pada waktu seorang Inggris datang kepada dia, orang itu susah sekali karena dia tahu C. T. Studd adalah anak orang yang kaya sekali dan di Inggris punya satu mansion yang puluhan kamar besarnya seperti istana kecil. Pada waktu mereka menulis riwayat hidup, mereka ambil satu foto gubuk kecil di Afrika yang dia tinggal ditaruh di dalam buku riwayat hidupnya dan diatasnya itu ada satu sudut, mansion di London juga dicantumkan disitu. Lalu disitu kalimat yang dia pakai untuk C. T. Studd seumur hidup adalah “Dunia dan nafsu dunia akan segera lenyap. Hanyalah mereka yang menjalankan kehendak Allah hidup selama-lamanya.” ayat 17. Ayat ini seumur hidup menjadikan dia begitu konsisten karena dia mengetahui dunia akan lenyap beserta segala nafsu dunia. Hanya orang yang menjalankan kehendak Allah kekal selama-lamanya. Amin Khotbah Pdt. Dr. Stephen Tong Sumber Post Views 520 Tidak terasa kita sudah masuk di bulan Desember, sebentar lagi kita akan merayakan Natal, hari kelahiran Juruselamat dan Tuhan kita Yesus Kristus. Allah begitu mengasihi kita sehingga Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal yang paling dikasihi untuk membebaskan kita dari dosa-dosa kita. Natal berbicara tentang kasih Allah, kasih yang begitu besar bahkan melebihi ekspektasi lihat firman Tuhan dari 1 Timotius 111 11yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku. Di sini dikatakan bahwa Paulus dipercayakan Injil dari Allah, yaitu Allah yang mulia dan maha bahagia. Allah adalah Allah yang maha bahagia. Pertanyaannya, bagaimana dunia memandang Allah? Bagaimana kita memandang Allah? Allah mau setiap kali kita membaca Injil, mendengar Injil, kita akan menemukan dan mendapatkan Allah adalah Allah yang maha sebabnya, kalau diantara kita ada pelayan Tuhan, pendeta, pengkhotbah, penginjil, mulai beritakan Injil, stop berdebat, stop bertengkar tentang hypergospel, tentang hypergrace, tetapi mulai beritakan Injil dan lihat hasilnya, lihat bagaimana dunia ini dapat diselamatkan. Iblis mau supaya kita saling berdebat, saling bertengkar, Iblis mau kita tetap melihat Allah sebagai Allah yang cepat marah, Allah yang cepat murka, Allah yang cepat memberikan penghukuman, Allah yang cepat menurunkan kutuk. Mari beritakan Injil, di dalam Injil kita dapat melihat bahwa Allah adalah Allah yang maha bahagia. Dunia tidak bisa mengerti akan hal ini, Allah terlalu besar untuk dimengerti, sedangkan pengertian kita sangat terbatas. Tetapi ada sesuatu di dalam Alkitab yang harus dimengerti yaitu tentang knowledge of God, pengenalan akan Allah. Pengetahuan yang tertinggi yang bisa kita miliki adalah knowledge of God, pengenalan akan 923-24 23Beginilah firman TUHAN “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” Di sini sangat jelas sekali Yeremia mengatakan pengetahuan yang tertinggi yang dapat kita miliki adalah pemahaman dan pengenalan akan Allah, kita bisa bermegah di dalam pemahaman dan pengenalan akan Allah. Dan satu-satunya Pribadi yang mengenal Allah secara utuh adalah Yesus Kristus. Yesus mengenal betul siapa Bapa-Nya, hati Bapa-Nya, dan kebenaran-Nya. Ada dua aspek dari pengenalan akan Allah yang Yesus miliki, dimana manusia tidak mungkin memilikinya, aspek yang pertama Yesus tahu betul secara utuh melebihi dari siapapun, lebih dari manusia manapun, lebih dari malaikat manapun yaitu tentang kasih dan hati Bapa-Nya. Ini yang pertama yang harus kita miliki tentang pengenalan akan Allah, hati-Nya dan kasih-Nya. Aspek yang kedua, Yesus adalah satu-satu Pribadi yang tahu betul secara utuh tentang kebenaran-Nya Allah. Seringkali manusia mengukur kebenaran Allah berdasarkan ukuran, level dan standarnya manusia. Kebenaran Allah harus diukur berdasarkan ukuran, level dan standarnya Allah. Di satu sisi, Yesus mau dunia ini tahu bahwa Bapa-Nya adalah Allah yang sangat mengasihi mereka. Tetapi di sisi yang lain ada kebenaran Allah, dan ini sangat sensitif buat Allah. Banyak orang berkata, “Saya bukan orang jahat, saya tidak sama seperti teroris yang suka membunuh orang.” Pertanyaannya, apakah kita pernah membenci orang dan kita berharap sesuatu yang buruk terjadi sama orang itu? Menurut ukuran, level dan standar kebenaran Allah, kita sudah membunuh. “Saya tidak pernah tidur sama orang lain”, pertanyaannya, apakah kita pernah melihat kemudian menginginkan di dalam pikiran kita, di mana orang lain tidak pernah tahu apa yang kita pikirkan? Menurut ukuran, level dan standar kebenaran Allah kalau kita melihat kemudian menginginkannya sesungguhnya kita sudah berzinah. Membenci sama dengan membunuh, melihat kemudian menginginkan sama dengan berzinah. Itu sebabnya Yesus mau supaya semua orang menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang mampu, karena ukuran, level dan standar kebenaran Allah begitu tinggi, dan supaya semua orang juga menyadari bahwa mereka tidak sanggup menyelamatkan diri mereka dan butuh Juruselamat. Begitu juga dengan pengampunan, manusia berpikir hanya sedikit dosanya yang diampuni, itu sebabnya Yesus berkata, “Sedikit diampuni sedikit mengasihi, banyak diampuni banyak mengasihi.” Manusia mengukur dosanya berdasarkan level, ukuran, standar dan kesadaran manusia. Waktu manusia menyadari berbuat dosa, maka manusia mengakui, “Saya berbuat dosa”, lalu bagaimana dengan dosa yang diperbuat yang tidak disadari, maka manusia tidak akan mengakui kalau manusia berbuat dosa. “Saya tidak bersalah, saya tidak melakukan yang jahat, saya hanya membela diri. Saya hanya membenci, bukan membunuh. Saya hanya lihat, tidak berzinah.” Itu sebabnya di dalam perjanjian lama, kalau kita lihat korban penebus salah, di situ dikatakan, “Apabila seseorang berubah setia dan tidak sengaja berbuat dosa, tidak sengaja, maka orang tersebut tetap harus membawa korban penebus salah.” Tetapi yang menjadi pertanyaan, bagaimana orang tersebut bisa membawa korban penebus salah kalau dia tidak menyadari sudah berbuat dosa. Masih ingat cerita tentang raja Daud? Ketika terjadi tiga tahun kelaparan, Daud tidak mengerti kenapa tahun demi tahun terjadi kelaparan, kemudian Daud bertanya kepada Tuhan,”Tuhan apa yang terjadi?” Daud bingung, kenapa terjadi tiga tahun kelaparan, ada apa, apa yang terjadi? Tuhan menjawab Daud, “Semuanya ini tejadi karena pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.” Kita harus mengerti semuanya ini bisa diselesaikan, bisa ditebus dengan kematian seseorang, karena mereka hidup di bawah hukum Taurat, semua tuntutan harus dipenuhi, semua keadilan harus dipuaskan, mata ganti mata, gigi ganti gigi, darah ganti darah. Daud memberikan ketujuh anak Saul kepada orang-orang Gibeon, kemudian orang-orang Gibeon menggantung ketujuh anak-anak Saul di atas bukit, di hadapan Tuhan. Selama tiga tahun tidak ada hujan. Setelah mereka digantung, air tercurah dari langit, Allah mengabulkan doa mereka. Jadi tanahnya sudah ditebus. Pertanyaannya, kenapa mereka digantung? Semuanya ini merupakan gambaran tentang Tuhan Yesus. Ketika Yesus curahkan darah-Nya di atas kayu salib, darah Yesus adalah darah yang qualified untuk menghapus semua dosa dan menebus kita dari kutuk. Kalau saja Yesus tidak mati di atas kayu salib, misalnya dihukum mati dengan cara dilempari dengan batu, tetapi kenapa Yesus digantung di atas kayu salib? Hukuman mati di atas kayu salib pada zaman Yesus adalah hukuman mati yang tidak lazim, karena hukuman mati yang berlaku pada zaman Yesus adalah dengan dilempari batu. Kenapa Yesus mati di atas kayu salib? Alkitab mengatakan, “Yesus telah menebus kita dari kutub hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita sebab ada tertulis terkutuklah orang yang tergantung di atas kayu salib.” Waktu Yesus mencurahkan darah-Nya, darah-Nya menghapus semua dosa kita. Bagaimana dengan kutuknya? Itu sebabnya Yesus digantung di atas kayu salib, Yesus tergantung di atas kayu salib menggantikan posisi kita menjadi terkutuk, untuk menebus kita dari Yesus mengenal betul siapa Bapa-Nya, mengenal betul hati Bapa-Nya dan kasih Bapa-Nya, di sisi yang lain Yesus mengenal betul standar keadilan, kekudusan dan kebenaran Bapa-Nya, sempurna. Yesus dari sorga datang ke dalam dunia ini untuk mengekspresikan kasih dan hati Bapa-Nya dan untuk memenuhi standard kebenaran dan kekudusan dari Bapa-NyaYesus datang ke dalam dunia ini menjadi manusia sama seperti kita, mati di atas kayu salib, kematian-Nya memenuhi semua tuntutan kebenaran dan kekudusan Allah buat kita, supaya hari ini kita dibebaskan dari segala kutuk dan hidup di dalam berkat Tuhan. Luar biasa Yesus kita perhatikan baik-baik di dalam Lukas 14, waktu Yesus ada di tengah-tengah orang banyak yang berduyun-duyun mengikuti Yesus, Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang berduyun-duyun mengikuti Yesus, tentang bagaimana caranya menjadi murid Yesus, kenapa? Karena mereka hanya memandang Yesus sebagai guru. Di pasal berikutnya, Lukas 151 1Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Di sini dikatakan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Kenapa dikatakan orang-orang berdosa? Karena mereka datang kepada Yesus bukan melihat Yesus sebagai guru, tetapi mereka datang kepada Yesus melihat Yesus sebagai Juruselamat. Mereka datang kepada Yesus karena ada sesuatu yang mereka lihat dari Yesus, mereka datang bukan untuk belajar, mereka datang untuk dikasihi dan untuk diselamatkan. Kalau ada di antara kita yang merasa orang berdosa, jangan pernah ragu untuk datang kepada Yesus, untuk itulah Yesus datang ke dalam dunia ini. Ayat 2 2Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata tentang Yesus, Yesus menerima orang-orang berdosa. Bahkan mereka menjuluki Yesus sebagai sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Pertanyaannya, apakah Yesus kompromi dengan standar kekudusan-Nya? Tidak! Adakah orang yang lebih kudus dari Yesus? Tidak ada!Kalau kita salah mengartikan semuanya ini, maka kita sudah kehilangan esensi Injil tentang Allah yang maha bahagia. Apa yang membuat Yesus bahagia? Ketika Yesus melihat orang-orang berdosa datang kepada Yesus, mereka membutuhkan Yesus. Yesus melihat kebutuhan mereka. Mereka butuh diselamatkan. Yesus datang ke dalam dunia ini untuk dimanfaatkan, diandalkan. Kalau orang tidak memanfaatkan dan tidak mengandalkan Yesus, maka mereka akan memanfaatkan dan mengandalkan kekuatan mereka sendiri, mereka akan memanfaatkan dan mengandalkan hikmat, logika dan intelektual mereka sendiri. Yesus mau agar kita memanfaatkan dan mengandalkan Yesus. Kalau kita pelajari baik-baik di dalam Alkitab, setiap orang yang datang kepada Yesus, memanfaatkan dan mengandalkan Yesus, contohnya perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun, ketika perempuan ini menjamah jumbai jubah-Nya Yesus, pendarahan dua belas tahun langsung sembuh, Yesus berkata, “Hai perempuan, besar imanmu, wow! Yesus suka! He loves it. Yohanes 116 16Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Di sini dikatakan, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.” Tetapi dari cara orang Kristen berbicara, dari cara orang Kristen berpikir, menunjukkan bahwa mereka hanya menerima dari sebagian kecil dari kepenuhan-Nya Yesus. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Dengan kata lain, ketika kasih karunia Tuhan datang di dalam hidup kita secara terus menerus. berpikir setelah saudara menerima kasih karunia Tuhan selanjutnya tidak akan ada kasih karunia Tuhan yang lain yang akan datang dalam kehidupan kita. Kasih karunia demi karunia karunia, grace upon grace upon grace. Bayangkan, kita keluar dari rumah, lalu kita memiliki kesadaran bahwa kasih karunia demi kasih karunia akan datang sepanjang hari ini. Ketika kita menghadapi pencobaan, ada kasih karunia Tuhan di dalam pencobaan. Ketika kita menghadapi tantangan, ada kasih karunia Tuhan di dalam tantangan yang kita hadapi. Kita harus memiliki kesadaran akan hal ini. Hei, kita akan menerima kasih karunia demi 3-4 3Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka 4”Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Yesus berpaling kepada para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, Yesus begitu bahagia ada di tengah-tengah mereka, Yesus mengatakan sebuah perumpamaan Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? “Sampai ia menemukannya.” Banyak orang berkata, “Saya menemukan Yesus, bukan!” Yesus yang menemukan kita, kita yang terhilang, bukan Yesus yang terhilang. Kita yang terhilang, menangis, kesepian, stres, miskin, kelaparan, kehausan, tidak ada seorang pun yang peduli dengan ada seorang gembala yang baik, Dia tinggalkan yang sembilan puluh sembilan hanya untuk mencari satu yang hilang, tidak ada gembala yang seperti ini, hanya Yesus yang mau melakukan ini buat kita. Saya mau kasih tahu sama saudara, Yesus akan menemukan saudara. Apapun keberadaan saudara hari ini, Yesus tetap mengasihi saudara. Yesus pergi mencari yang hilang sampai Ia 5 5Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkan di atas bahunya dengan gembira. Kalau kita menjadi gembalanya, waktu kita menemukan domba yang hilang, mungkin kita akan pukul dombanya, bikin susah, kerjain orang aja. Tetapi lihat sikapnya Yesus! Kalau Ia telah menemukannya, Ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. Ini yang orang Cina harus tahu, ini yang orang Amerika harus tahu, ini yang orang Eropa harus tahu, ini yang dunia harus tahu Injil, kabar baik dari Allah yang maha bahagia. Dalam pasal yang sama, perumpamaan berikutnya yaitu perumpamaan tentang anak yang hilang, setelah anaknya menghabiskan harta bapanya, waktu anak yang hilang ini kembali ke rumah, tidak ada satu pun perkataan yang keluar dari mulut bapanya tentang apa yang hilang, justru bapanya memberikan lebih kepada anak ini. Bapanya bersukacita karena anaknya telah kembali. Allah kita, nama-Nya Yesus adalah Allah yang maha bahagia. Kita tidak pernah menyangka bahwa Allah kita seperti ini. Tidak ada seorang pun yang menyangka. Allah mengasihi kita di luar ekspektasi kita. Di dalam Injil, orang tua membawa anaknya datang kepada Yesus, supaya Yesus menumpangkan tangan di atas kepala anak-anak mereka. Yesus bukan hanya menumpangkan tangan, Yesus malahan memeluk mereka. Yesus selalu memberi melebihi ekspektasi kita. Yesus tidak menjawab doa-doa kita. Yesus menjawab jauh melebihi doa-doa kita. Allah kita adalah Allah yang maha bahagia, ini yang harus diberitakan. Tetapi banyak orang yang berkata, “Kita harus beritakan tentang pertobatan.” Kembali ke perumpanaan anak yang hilang, waktu anak ini mau pulang ke rumah bapanya, apa yang ada di dalam pikiran anak yang hilang ini? “Betapa banyaknya orang upahan di rumah bapaku yang berlimpah-limpah makanannya.” Jadi anak ini pulang awalnya karena lapar. Anak ini pulang ekspektasinya hanya makanan. Tetapi apa yang anak ini terima? Dia menerima ciuman. Anak ini berharap makanan, tetapi anak ini terima pelukan. Anak ini berpikir hanya mau menjadi hamba bapanya, tetapi bapanya memberikan anak ini cincin dan mengembalikan kedudukannya. Bagaimana anak ini bertobat? Anak ini bertobat setelah melihat kasih dari bapanya. Bertobat artinya change your mind. Tadinya anak ini berpikir bapanya akan marah, tetapi setelah anak ini pulang pikirannya berubah, karena anak ini melihat bapanya bersukacita dan berbahagia. Ini yang namanya dulu kita berpikir Allah adalah Allah yang cepat murka, tetapi hari ini kita mendengar dan melihat Allah adalah Allah yang maha bahagia. Ini yang namanya pertobatan. Apapun keberadaanmu hari ini, Allah bukan Allah yang cepat murka, Allah kita adalah Allah yang maha bahagia. Allah akan memberikan kepada kita melebihi apa yang kita pikirkan. ”Mengasihi Allah berarti menjalankan perintah-Nya. Meski begitu, perintah-perintah-Nya tidak membebani.”​—1 YOHANES 53. 1, 2. Mengapa Saudara mengasihi Allah Yehuwa? APAKAH Saudara mengasihi Allah? Saudara mungkin sangat mengasihi-Nya sehingga Saudara membaktikan diri kepada-Nya. Saudara mungkin juga menganggap Dia sebagai Sahabat. Sebenarnya, sebelum Saudara mengasihi Yehuwa, Dia sudah mengasihi Saudara. Alkitab mengatakan, ”Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasihi kita.”​—1 Yohanes 419. 2 Coba pikirkan semua yang sudah Yehuwa lakukan bagi kita. Dia memberi kita tempat tinggal yang indah, yaitu bumi dan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menikmati hidup. Matius 543-48; Wahyu 411 Dia mau kita menjadi sahabat-Nya. Jadi, Dia menyediakan Alkitab agar kita bisa belajar tentang Dia. Saat membaca Alkitab, kita mendengarkan Yehuwa. Saat kita berdoa, Dia mendengarkan kita. Mazmur 652 Dia membimbing dan menguatkan kita dengan kuasa kudus-Nya yang luar biasa. Lukas 1113 Dia bahkan mengutus Putra-Nya yang disayangi ke bumi untuk membebaskan kita dari dosa dan kematian.​—Baca Yohanes 316; Roma 58. 3. Bagaimana agar persahabatan kita dengan Yehuwa tetap erat? 3 Coba ingat sahabat Saudara yang menemani Saudara bukan hanya pada saat senang, tapi juga saat susah. Untuk punya persahabatan seperti itu, pasti butuh upaya. Persahabatan kita dengan Yehuwa juga begitu. Dia bisa menjadi Sahabat kita yang paling akrab untuk selamanya. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan, ’Tetaplah berada dalam naungan kasih Allah.’ Yudas 21 Bagaimana caranya? Alkitab menjawab, ”Mengasihi Allah berarti menjalankan perintah-Nya. Meski begitu, perintah-perintah-Nya tidak membebani.”​—1 Yohanes 53. ARTI ”MENGASIHI ALLAH” 4, 5. Apa yang membuat Saudara mulai mengasihi Yehuwa? 4 Apa artinya ”mengasihi Allah”? Itu artinya sungguh-sungguh menyayangi Dia. Apakah Saudara ingat kapan perasaan sayang itu muncul? Dengan membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis, itu berarti Saudara menyayangi Dia dan ingin menaati Dia selamanya 5 Bayangkan perasaan Saudara saat tahu bahwa Yehuwa mau Saudara hidup selamanya di dunia baru dan saat tahu semua hal yang Dia lakukan agar itu bisa terjadi. Bagaimana perasaan Saudara ketika menyadari betapa berharganya tebusan yang Yehuwa berikan dengan mengutus Putra-Nya ke bumi? Matius 2028; Yohanes 829; Roma 512, 18 Saat Saudara mulai menyadari bahwa Yehuwa sangat menyayangi Saudara, hati Saudara tersentuh dan Saudara mulai menyayangi Dia juga.​—Baca 1 Yohanes 49, 10. 6. a Apa yang akan kita lakukan kalau kita menyayangi seseorang? b Karena mengasihi Allah, apa yang akan kita lakukan? 6 Tapi, rasa sayang kepada Allah itu barulah permulaan. Misalnya, jika kita menyayangi seseorang, kita tidak akan hanya berkata, ”Saya sayang kamu.” Tapi, kita akan melakukan hal-hal yang membuat orang tersebut bahagia. Sama seperti itu, karena mengasihi Yehuwa, kita ingin hidup dengan cara yang akan membuat Dia senang. Semakin kita mengasihi Yehuwa, semakin kita ingin membaktikan diri kepada-Nya dan dibaptis. Dengan membaktikan diri, kita berjanji untuk melayani Yehuwa selamanya. Baca Roma 147, 8. Bagaimana kita bisa menepati janji itu? ”MENJALANKAN PERINTAHNYA” 7. a Kalau kita sayang kepada Yehuwa, apa yang akan kita lakukan? b Apa beberapa perintah-Nya? 7 Karena kita menyayangi Yehuwa, kita ”menjalankan perintah-Nya”. Alkitab menjelaskan caranya menjalani kehidupan sesuai dengan keinginan Yehuwa. Contohnya, Dia mengatakan bahwa kita tidak boleh bermabuk-mabukan, mencuri, berbohong, berhubungan seks sebelum menikah, atau menyembah siapa pun atau apa pun selain Dia.​—1 Korintus 511; 618; 1014; Efesus 428; Kolose 39. 8, 9. Bagaimana kita bisa tahu pandangan Yehuwa tentang situasi tertentu yang tidak ada hukumnya di Alkitab? Berikan contoh. 8 Tapi untuk menyenangkan Yehuwa, sekadar mengetahui perintah-Nya, atau hukum-Nya, tidaklah cukup. Mengapa? Karena Dia tidak memberi kita hukum untuk setiap keadaan dalam kehidupan kita. Kadang, Alkitab tidak memberi tahu secara langsung apa yang harus kita lakukan. Jadi, bagaimana kita bisa membuat keputusan yang baik? Efesus 517 Kita perlu menggunakan prinsip yang ada di Alkitab. Ini adalah kebenaran dasar yang mengajar kita tentang pandangan Yehuwa. Semakin sering kita membaca Alkitab, semakin kita mengenal Yehuwa. Kita jadi tahu cara berpikir-Nya, termasuk apa yang Dia sukai dan benci.​—Baca Mazmur 9710; Amsal 616-19; lihat Catatan No. 1. 9 Misalnya, apa yang pantas kita tonton di TV atau lihat di Internet? Yehuwa tidak secara langsung memberi tahu kita. Tapi, Dia memberi kita prinsip agar kita bisa membuat keputusan yang baik. Sekarang, ada banyak hiburan yang penuh dengan kekerasan dan seks. Alkitab memberi tahu bahwa Yehuwa ”membenci siapa pun yang suka kekerasan” dan ”akan menghakimi orang yang berbuat cabul”. Mazmur 115; Ibrani 134 Bagaimana prinsip ini membantu kita membuat keputusan yang baik? Jika kita tahu bahwa Yehuwa membenci sesuatu atau menganggap sesuatu cabul, kita perlu menghindarinya. 10, 11. Mengapa kita menaati Yehuwa? 10 Apa alasan kita menaati Yehuwa? Kita melakukannya bukan hanya untuk menghindari hukuman atau masalah akibat keputusan yang buruk. Galatia 67 Tapi, kita menaati Yehuwa karena kita menyayangi Dia. Sama seperti seorang anak yang ingin membuat ayahnya senang, kita ingin membuat Bapak kita yang di surga senang. Perasaan yang paling tidak tergantikan adalah saat kita menyadari bahwa Yehuwa senang kepada kita!​—Mazmur 512; Amsal 122; lihat Catatan No. 2. 11 Kita menaati Yehuwa bukan hanya saat itu mudah dilakukan atau saat tidak ada pilihan lain. Kita tidak memilih-milih hukum dan standar Yehuwa mana yang akan kita ikuti. Ulangan 1232 Kita mau menaati Yehuwa dalam segala hal, seperti pemazmur yang berkata, ”Aku menyukai perintah-Mu, ya, aku mencintainya.” Mazmur 11947; Roma 617 Kita ingin seperti Nuh, yang melakukan semua perintah Yehuwa karena kasihnya kepada Yehuwa. Alkitab berkata bahwa Nuh ”melakukannya persis seperti itu”. Kejadian 622 Bagaimana perasaan Saudara jika Yehuwa mengatakan hal yang sama tentang Saudara? 12. Bagaimana kita bisa menyenangkan Yehuwa? 12 Bayangkan perasaan Yehuwa ketika kita menaati Dia. Kita pasti membuat ’hati-Nya senang’. Amsal 1120; 2711 Coba pikirkan. Kita bisa membuat Pencipta alam semesta senang dengan menaati-Nya. Dia tidak pernah memaksa kita untuk melakukannya. Tapi, Dia memberi kita kebebasan memilih. Kita bisa memilih apakah kita mau melakukan yang benar atau yang salah. Yehuwa ingin kita membuat keputusan yang baik karena tergerak oleh rasa sayang kepada-Nya. Hasilnya, kita akan punya kehidupan yang terbaik.​—Ulangan 3015, 16, 19, 20; lihat Catatan No. 3. ”PERINTAH-PERINTAHNYA TIDAK MEMBEBANI” 13, 14. Mengapa perintah Allah tidak terlalu sulit untuk ditaati? Berikan ilustrasi. 13 Bagaimana jika kita berpikir bahwa perintah Yehuwa akan merampas kebebasan kita atau terlalu sulit untuk ditaati? Alkitab mengatakan dengan jelas, ”Perintah-perintah-Nya tidak membebani.” 1 Yohanes 53 Kata Yunani untuk ”membebani” berarti ”berat”. Di ayat-ayat lain, kata ini digunakan untuk peraturan yang tidak masuk akal atau untuk orang yang mencoba memanfaatkan dan menyakiti orang lain. Matius 234; Kisah 2029, 30 Perintah Yehuwa tidak ”berat”, atau tidak terlalu sulit ditaati. Dia tidak pernah meminta kita melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. 14 Bayangkan kita sedang membantu teman kita pindah rumah. Dia sudah menyiapkan semua barangnya untuk dipindahkan. Ada yang ringan, tapi ada juga yang sangat berat sehingga tidak bisa diangkat sendiri. Apakah teman kita akan meminta kita untuk mengangkat barang yang sangat berat itu sendirian? Pasti tidak! Mengapa? Karena dia tidak mau kita terluka. Seperti teman itu, Yehuwa tidak akan pernah meminta kita melakukan sesuatu yang terlalu sulit. Ulangan 3011-14 Yehuwa mengerti keadaan kita. ”Dia tahu betul bagaimana kita dibentuk, Dia ingat bahwa kita ini debu.”​—Mazmur 10314. 15. Mengapa kita bisa yakin bahwa perintah Yehuwa itu demi kebaikan kita? 15 Musa memberi tahu bangsa Israel bahwa perintah Yehuwa itu demi ’kebaikan mereka untuk selamanya’ dan jika mereka taat, mereka akan ”tetap hidup”. Ulangan 528-33; 624 Sekarang pun begitu. Apa pun yang Yehuwa minta kita lakukan akan membuat hidup kita lebih baik. Baca Yesaya 4817. Bapak kita, Yehuwa, selalu tahu apa yang terbaik untuk kita. Roma 1133 Alkitab mengatakan, ”Allah adalah kasih.” 1 Yohanes 48 Ini berarti apa pun yang Yehuwa katakan dan lakukan didasarkan atas kasih. 16. Walaupun kita tidak sempurna dan hidup di dunia yang jahat, mengapa kita tetap bisa taat? 16 Menaati Allah tidaklah selalu mudah. Kita hidup di dunia yang dikuasai Iblis. Dia menghasut orang-orang untuk melakukan yang buruk. 1 Yohanes 519 Kita juga harus berperang melawan pikiran dan perasaan yang tidak sempurna, yang bisa membuat kita tidak menaati Allah. Roma 721-25 Tapi, kita bisa tetap kuat untuk melakukan apa yang benar jika kita mengasihi Yehuwa. Dia melihat upaya kita untuk menaati-Nya, dan Dia membantu kita dengan kuasa kudus-Nya yang luar biasa. 1 Samuel 1522, 23; Kisah 532 Kuasa kudus membantu kita memiliki sifat-sifat yang bisa membuat kita lebih mudah menaati Yehuwa.​—Galatia 522, 23. 17, 18. a Apa yang akan kita pelajari di buku ini? b Apa yang akan kita bahas di bab berikutnya? 17 Di buku ini, kita akan belajar cara menjalani kehidupan yang membuat Yehuwa senang. Kita akan belajar caranya menerapkan prinsip dan standar moral Yehuwa. Ingatlah bahwa Dia tidak pernah memaksa kita untuk menaati-Nya. Jika kita memilih untuk taat, kehidupan kita akan menjadi lebih baik dan masa depan kita akan cerah. Tapi yang terpenting, itu akan menunjukkan bahwa kita sangat menyayangi Allah.​—Lihat Catatan No. 4. 18 Yehuwa memberi kita hati nurani untuk membantu kita menentukan apa yang benar dan yang salah. Jika kita melatih hati nurani kita, itu bisa membantu kita untuk ”menjalankan perintah-Nya”. Jadi, apa itu hati nurani, dan bagaimana kita melatihnya? Ini akan dibahas di bab berikutnya.

menurutmu apa artinya allah mengasihi dunia